Friday, August 7, 2015

Beda Manajemen Uang Ala Orang Biasa dengan Orang Kaya

Seringkali kita dengar sebuah cerita yang biasa terjadi, orang menengah begitu lulus sekolah mereka bekerja dan kemudian ketika mereka menemukan pasangan mereka menikah, dan karena dua-duanya bekerja mereka merasa cukup dapat penghasilan.

Untuk itu mereka memberanikan diri untuk menyicil rumah, dan kemudian datang lah kabar gembira bahwa yang perempuan hamil. Kemudian sang suami bekerja lebih keras lagi untuk menyambut kehadiran sang bayi. Dan begitu bayi lahir dan bayi berikutnya lahir, keduanya termotivasi untuk mengejar uang lebih keras lagi. Waktu berlalu dan mereka berdua dipromosikan dan naik gaji.

Dan ketika bertambah bayi berikutnya, akhirnya yang laki-laki meminta sang istri berhenti bekerja untuk merawat anak. Dan sang suami bekerja lebih keras lagi sampai akhinya dipromosikan dan naik gaji lagi. Dampak gaji cukup besar lalu ada keberanian untuk mulai menyicil mobil. Dan seiring anak-anaknya bertambah besar, rumah yang kecil tadi semakin penuh sesak dan begitu gaji besar, maka mulai menyicil rumah yang lebih besar.

Dan ketika anak-anak mulai besar, maka mulai menyicil mobil berikutnya. Dan ketika karir melonjak lebih bagus lagi karena diangkat menjadi direktur, maka mulailah menyicil rumah mewah dan ada kolam renangnya. Terus dan menerus, sampai akhirnya mereka mati meninggalkan utang. Mereka seumur hidup menjadi budak uang.

Sedangkan orang kaya, mereka begitu lulus atau bahkan sebelum lulus mereka bekerja untuk mendapatkan pengetahuan, uang, dan kenalan. Mencari dan bergabung dengan komunitas paguyuban, asosiasi bisnis, dan perkumpulan sosial politik. Di mana akhirnya kesempatan uang bekerja untuk mereka datang dengan sendirinya. Mereka menunda kesenangan, mengumpulkan uang, menambah pengetahuan, dan memperbanyak kenalan, kemudian mereka menginvestasikan ketiganya tadi, sehingga uang bekerja untuk mereka dengan atau tanpa bekerja.

Mereka menyisihkan uangnya dan menggunakan pengetahuan serta kenalan untuk mendapatkan usaha-usaha yang menghasilkan uang, tanpa harus terlibat terlalu banyak. Mungkin mereka akan investasi ke properti, usaha dagang, reksadana, saham yang menghasilkan deviden, emas,  royalti franchise, insurance, cash deposito dollar. Dan ketika pendapatan pasifnya jauh lebih besar daripada gaya hidupnya, mereka aman dalam arti yang sungguhnya. (yossi Ohira)

No comments :

Post a Comment

1. Terima Kasih atas kunjungan anda.
2. Setiap komentar akan kami tanggapi (Bila Ada Waktu dan Kesempatan)
3. Blog ini Do follow