Sunday, August 11, 2013

Komputer berdasarkan ukuran

digolongkan ke dalam micro computer (komputer mikro), mini computer (komputer mini), small computer (komputer kecil), medium computer (komputer menengah), large computer (komputer besar) dan super computer (komputer super).
1. Micro Computer
Micro Computer (Mikro Komputer) disebut juga dengan nama personal computer (komputer personal) . ukuran main memory komputer mikro sekarang berkisar dari 16 MB sampai lebih dari 128 MB, dengan konfigurasi operand register 8 bit, 16 bit, atau 32 bit. Kecepatan komputer mikro sekarang berkisar 200 Mhz sampai dengan 500 Mhz. Komputer mikro umumnya adalah single-user (pemakainya tunggal), yaitu satu komputer hanya dapat digunakan untuk satu pemakai saja untuk tiap saat.
2. Mini Komputer
Komputer mini dapat bersifat multi-user (pemakainya banyak) yaitu sebuah komputer mini dapat mempunyai beberapa terminal yang dapat digunakan bersama-sama oleh banyak pemakai.

3. Small computer
Small Computer disebut juga dengan nama small-scale mainframe computer. Small Computer sekarang kebanyakan menggunakan sistem multi-programing, multiprocessing dan virtual storage, serta multi-user dengan jumlah terminal sampai dengan ratusan buah.

Saturday, August 10, 2013

Sejarah Komputer dari Generasi ke Generasi

Komputer pada saat ini bagi sebagian orang merupakan kebutuhan vital. Komputer yang sekarang kita kenal merupakan hasil evolusi yang sangat pesat dalam seratus tahun terakhir. Walaupun Ilmu Komputer merupakan ilmu yang sangat baru dibanding dengan ilmu-ilmu lainnya, namun karena perannya yang begitu besar pada saat ini menjadikan disiplin ilmu ini sangat layak untuk menjadi perhatian peneliti dan engineer untuk terus mengembangkan dan memanfaatkan peran komputer sebaik mungkin.

1.1 Pendahuluan
Defenisi computer menurut Donald H. Sanders 1 adalah : “ Sistem elektronik untuk memanipulasi data dengan cepat dan tepat yang diorganisasikan agar secara otomatis menerima dan menyimpan masukan data, memprosesnya, dari dari hasil pengolahannya menyediakan output dalam bentuk informasi” Masih banyak pengertian tentang komputer lainnya, pada intinya komputer adalah :
    1. Alat elektronik
    2. Dapat menerima input data
    3. Dapat mengolah data
    4. Dapat memberikan informasi
    5. Menggunakan suatu program di memori komputer (stored program).
    6. Dapat menyimpan program dan hasil pengolahan
    7. Bekerja secara otomatis kemudian hasilnya di tampilkan
Alat pengolahan data ini terbagi kedalam empat golongan yaitu :
    1. Alat manual
    2. Alat mekanik
    3. Alat mekanik elektronik
    4. Alat elektronik

Friday, July 12, 2013

Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 06/SE/M/2010 tentang Pengelola Teknis dalam rangka Penyelenggaraan Pembangunan Bangunan Gedung Negara

Tenaga Pengelola Teknis adalah tenaga teknis Kementerian Pekerjaan Umum yang bertugas membantu Pimpinan Instansi/Kepala Satuan Kerja Kementerian/ Lem baga yang menyelenggarakaan pembangunan bangunan gedung negara dalam mengelola kegiatan dibidang teknis administratif selama penyelenggaraan pembangunan bangunan gedung negara pada setiap tahapan, baik di tingkat program maupun di tingkat pelaksanaan.
Pemberian bantuan tenaga Pengelola Teknis atas dasar permintaan Pimpinan Instansi/Kepala Satuan Kerja Kementerian/Lembaga Pengguna Anggaran kepada:
• Direktur Penataan Bangunan dan Lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum untuk penyelenggaraan pembangunan bangunan gedung negara oleh Kementerian/Lembaga di tingkat pusat dan di wilayah DKI Jakarta, termasuk perwakilan Republik Indonesia di luar negeri, atau;
• Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi/Instansi Teknis Provinsi yang bertanggung jawab dalam pembinaan gedung negara sebagai pelaksanaan dekonsentrasi/tugas pem bantuan untuk penyelenggaraan pembangunan bangunan gedung negara oleh Instansi Kementerian/Lembaga di wilayah Provinsi tidak termasuk Provinsi DKI Jakarta.

Wednesday, June 26, 2013

Beginilah mereka menghancurkan kita, lalu bagaimana sikap kita…?!

Ibu Guru berkerudung rapi tampak bersemangat di depan kelas sedang mendidik murid-muridnya dalam pendidikan Syari’at Islam. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada penghapus. Ibu Guru berkata, “Saya punya permainan. Caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada penghapus.
Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah “Kapur!”, jika saya angkat penghapus ini, maka berserulah “Penghapus!” Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Ibu Guru mengangkat silih berganti antara tangan kanan dan tangan kirinya, kian lama kian cepat.
Beberapa saat kemudian sang guru kembali berkata, “Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka berserulah “Penghapus!”, jika saya angkat penghapus, maka katakanlah “Kapur!”. Dan permainan diulang kembali.
Maka pada mulanya murid-murid itu keliru dan kikuk, dan sangat sukar untuk mengubahnya. Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan tidak lagi kikuk. Selang beberapa saat, permainan berhenti. Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya.
“Anak-anak, begitulah ummat Islam. Awalnya kalian jelas dapat membedakan yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Namun kemudian, musuh musuh ummat Islam berupaya melalui berbagai cara, untuk menukarkan yang haq itu menjadi bathil, dan sebaliknya.

Pembaharuan data MDGs menjadi acuan menentukan kebijakan dalam program percepatan pencapaian target MDGs



Millennium Development Goals atau disingkat dalam bahasa Inggris MDGs) adalah Deklarasi Milenium hasil kesepakatan kepala negara dan perwakilan dari 189 negara Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang mulai dijalankan pada September 2000, berupa delapan butir tujuan untuk dicapai pada tahun 2015. Hakekatnya adalah mencapai kesejahteraan rakyat dan pembangunan masyarakat pada 2015.  
Bidang Cipta karya mempunyai peran yang penting pada Salah satu tujuan MDGs yaitu memastikan kelestarian lingkungan hidup  Dengan target  Menurunkan hingga setengahnya proporsi rumah tangga tanpa akses berkelanjutan terhadap air minum layak dan sanitasi layak hingga tahun 2015. Semangat otonomi daerah telah melahirkan kebijakan pembangunan melalui urusan bersama antara pemerintah, pemerintah  daerah provinsi dan pemerintah daerah kabupaten/kota. Pembaharuan data MDGs menjadi acuan menentukan kebijakan dalam program percepatan pencapaian target MDGs. Pembaharuan data dan keterpaduan program kegiatan tingkat pusat dan daerah menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan.
Pembangunan dengan sumber Dana DAK infrastruktur merupakan  sebagai salah satu upaya mendukung percepatan pencapaian target MDGs. Dalam pelaksanaanya masih terdapat berbagai kekurangan antara lain ketidak sesuaian kegiatan dengan petunjuk teknis, pelaksanaan yang tidak tepat sasaran dan tidak tepat waktu dan kurangnya kontribusi daerah dalam mengalokasikan dana pendamping serta masih rendahnya kualitas pelaporan dari segi kepatuhan dan ketepatan isi laporan.
Setelah pelatihan aplikasi emonitoring DAK 2013 diharapkan meningkatnya kapasitas daerah dalam menyampaikan laporan yang berkualitas untuk kegiatan keciptakaryaan yang didanai dengan DAK tahun anggaran 2013
Acara Workshop MDGs dan DAK dilaksanakan oleh satker Randal PIP Provinsi Sumatera Utara selama 2 hari tanggal 25 dan 26 Juni 2013 di Hotel Grand Kanaya Medan. Kegiatan ini mengundang  kepala Bappeda dan Petugas Emonitoring DAK di 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara.
Dalam Acara yang dibagi menjadi 2 kelas ini menghadirkan pemateri dari Bappeda Sumatera Utara, Badan Pusat Statistik Sumatera Utara dan Kasatker Sektor Kegiatan Cipta Karya di Provinsi Sumatera Utara pada kelas Workshop MDGs. Sedangkan pada kelas Workshop Emonitoring DAK menghadirkan PPK Randal Sumut, Kusriyadi, ST sebagai pemateri kebijakan pelaporan DAK, Instruktur aplikasi Emonitoring DAK 2013 dipimpin oleh Staf Subdit Data dan Informasi BPCK ahmad rohyadi.
Workshop ini ditutup oleh Sekretaris Dinas Penataan Ruang dan Permukiman Provinsi Sumatera Utara, Alfi Syahriza, ST, M.Eng. “Kepada peserta untuk dapat menerapkan ilmu yang didapat guna menghasilkan laporan DAK yang berkualitas”. (Salmarianto/Teza/Randal Sumut).